Translate

Wednesday, June 12, 2019

Butuh pinjaman uang,hati2 jangan tergoda dengan jasa peminjaman uang cepat cair

NOTE:konten dibuat hanya untuk alasan,semua bisa hidup tenang dan tentram,tidak ada niatan untuk menyudutkan salah satu pihak:dan memperbanyak info2 seperti ini saya rasa banyak hal positif didapatkan,sehingga orang lain akan tidak mudah terjerumus dalam lingkup modus2 penipuan.

Pada zaman sekarang, segala sesuatu harus diraih dengan perjuangan untuk mencapai taraf hidup yang layak. Perlu putar otak dan kerja lebih keras agar kebutuhan hidup layak tersebut terpenuhi. Banyaknya godaan mengikuti gaya hidup modern sering kali menjadikan kondisi keuangan lebih besar pasak daripada tiang.
Saat kebutuhan lebih banyak daripada penghasilan, tak jarang banyak yang terjebak mencari cara agar bisa dapat pinjaman uang guna menutupi kebutuhan tersebut. Beragam cara dilakukan, bisa dari lembaga perbankan atau kreditur yang lainnya. Ada juga yang pergi ke sanak famili untuk cari pinjaman dana tambahan. Ada juga yang melalui pinjaman online yang kini banyak ditawarkan di internet.
Berbicara tentang pinjaman online, orang kadang sudah pesimis lebih dulu. Beberapa di antaranya berpikir dan takut terkena penipuan. Sementara sisanya enggan mencoba karena merasa syaratnya terlalu rumit. Padahal, tidak demikian. Agar tak terjebak dengan penipuan berkedok pinjaman online, informasi kali ini bisa dijadikan pengetahuan tambahan.

Kenali Ciri-Ciri Modus Penipuan Berkedok Pinjaman Online

Pinjaman Online Ilustrasi Pinjaman Online
Tidak semua transaksi keuangan online berujung pada penipuan. Meski ada juga oknum yang menggunakan media online seperti media sosial yang menawarkan transaksi belanja online ataupun pinjaman online yang berujung pada penipuan.
Agar terhindar dari kondisi buruk semacam itu, kita perlu membekali diri dengan informasi, terutama bagaimana ciri transaksi yang bisa jadi modus penipuan berkedok pinjaman online seperti yang dijelaskan berikut ini.

1. Terasa Adanya Paksaan untuk Menjadi Debitur

Debitur adalah orang yang meminjam sejumlah dana kepada pihak kreditur. Hal ini berlaku juga untuk jenis pinjaman online. Namun, Anda perlu waspada saat mengajukan pinjaman dan kemudian di-follow up berlebihan dan terkesan adanya paksaan agar menjadi debitur. Bisa jadi ini sebenarnya adalah modus penipuan yang hendak menjerat targetnya dengan iming-iming sejumlah besar uang pinjaman.

2. Mengabaikan Riwayat Pinjaman Sebelumnya

Setiap kreditur akan mengecek riwayat status pinjaman seseorang dengan cara mengakses Sistem Informasi Debitur (SID) yang secara historis dibukukan Bank Indonesia (BI). Jadi, seandainya pernah punya riwayat histori pinjaman yang buruk dalam bentuk apa pun, seperti menunggak cicilan kredit multiguna (KMG) dari suatu bank atau punya masalah dengan historis pembayaran kartu kredit, saat akan mengajukan pinjaman, siap-siap saja mengalami penolakan.
Sementara di pihak lain ada juga pinjaman online yang memberikan iming-iming tanpa perlu tahu status riwayat pinjaman sebelumnya. Berhati-hatilah dalam memilih modus pinjaman online semacam ini. Karena pada dasarnya, bila hendak mengajukan pinjaman, baik online maupun konvensional pada lembaga perbankan, status riwayat pinjaman sebelumnya adalah salah satu faktor dari sukses atau gagalnya dana pinjaman didapatkan.

3. Meminta Sejumlah Uang Sebagai Salah Satu Persyaratan Pencairan

Ciri yang ketiga ini adalah yang paling umum bisa dipakai untuk mengenali apakah suatu pinjaman online ini adalah modus penipuan atau tidak. Meminta sejumlah uang sebelum pencairan bukan persyaratan agar uang pinjaman bisa cair.
Jika ini terjadi, tentu saja yang demikian sudah mencurigakan. Karena itu, ada baiknya kalau calon kreditur pinjaman online meminta sejumlah uang, yang dikatakan sebagai satu syarat jaminan atau biaya administrasi, lebih baik tolak saja. Normalnya biaya administrasi tidaklah besar dan disampaikan secara jelas di awal.
Jangan sampai Anda menjadi korban penipuan online berkedok apa pun. Mengenali ciri-ciri seperti di atas adalah cara mudah menangkal jerat penipuan. Bila Anda memang benar-benar berniat ajukan pinjaman online, bisa mempelajari mekanisme, cara kerja, dan hal lain terkait persyaratannya seperti dijelaskan di bawah ini.
Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Hal Wajib yang Mesti Dilakukan Debitur Pinjaman Online

Aplikasi Pinjaman Online Mengisi Aplikasi Pinjaman Online
Memberikan pinjaman secara online idealnya dilakukan lembaga perbankan terverifikasi sehingga memberikan kemudahan dan rasa aman bagi masyarakat. Sebagai debitur, selain tahu ciri penipuan berkedok pinjaman online, hal-hal berikut juga harus dilakukan juga demi transaksi yang aman dan nyaman.

1. Kenali Layanan dan Verifikasi Resmi Tidaknya Pemberi Kredit

Di Indonesia saat ini sudah dikenal beberapa situs penyedia jasa layanan pinjaman online. Kita bisa dengan mudah mengaksesnya serta mencari tahu kemungkinan mendapatkan pinjaman dari situs-situs semacam ini. Tentu saja yang terpercaya adalah yang resmi dan terdaftar sebagai jasa penyedia layanan pinjaman berbasis online.

2. Kredibilitas Kreditur Penting, Tak Ada Biaya Administrasi Biasanya Hanya Survei

Saat mengajukan pinjaman online yang resmi, calon debitur biasanya hanya diminta mengisi formulir data diri online. Selanjutnya, pihak kreditur yang akan menghubungi dengan intensitas wajar dan tak ada follow up berlebihan.
Bila verfikasi dari pihak kreditur menganggap bahwa calon debitur memang layak secara administrasi, akan ada survei sama seperti pinjaman offline konvensional. Proses berikutnya adalah pencairan yang tentu tak ada biaya administrasi atau pemotongan uang pinjaman dan sejenisnya.

3. Kenali Mekanisme dan Cara Kerja Pinjaman Online

Sama seperti pinjaman konvensional, pinjaman online juga punya prosedur khusus sampai di mana uang pinjaman benar-benar dicairkan. Biasanya yang pertama tentu mekanisme pengajuan pinjaman dalam bentuk mengisi formulir saja.
Proses selanjutnya adalah pendalaman, mulai dari survei, penjelasan mekanisme cicilan, dan bunga serta ragam aktivitas informasi lainnya. Setelahnya, pihak kreditur yang akan memutuskan apakah layak menerima pinjaman atau tidak.

4. Cari Informasi Lembaga Keuangan atau Penyedia Pinjaman

Lembaga resmi atau situs yang punya layanan penghubung pinjaman online yang kredibel dan terverifikasi akan sangat menjaga nama baiknya. Identitas yang lengkap dan jelas serta mudah dilacak dengan track record yang bersih jadi salah satu contohnya. Bila perlu konfirmasi dan verifikasi secara mendalam dengan datang langsung atau menghubungi via nomor yang tertera.

Ingat, Jangan Lupa Verifikasi

Mencari pinjaman online mungkin efektif dari segi waktu dan tenaga. Namun, sebagai calon debitur,  kejelian, kesabaran, dan kemauan untuk melakukan verifikasi lembaga perbankan atau penyedia layanan keuangan online tetap harus dikedepankan. Hal ini bertujuan agar tak menyesal atau jadi korban penipuan di kemudian hari.


100% INFO FROM: https://www.cermati.com/artikel/gunakan-cara-ini-agar-terhindar-dari-penipuan-pinjaman-online

info bagus>https://www.cermati.com/artikel/5-cara-sehatkan-kembali-keuangan-anda-pasca-lebaran
                          https://www.cermati.com/artikel/agar-bermanfaat-gunakan-thr-untuk-7-kegiatan-ini
                          https://www.cermati.com/artikel/tips-menyelenggarakan-open-house-saat-lebaran-             agar- lebih-meriah
                           https://www.cermati.com/artikel/berbagai-jenis-pinjaman-di-pegadaian-dan-syarat-pengajuannya
                            https://www.cermati.com/artikel/5-cara-baru-untuk-meminjam-uang-selain-bank
                          https://www.cermati.com/artikel/anti-kehabisan-gaji-dengan-menerapkan-6-kebiasaan-baik-ini
                          https://www.cermati.com/artikel/awas-pns-segera-lapor-ke-kpk-bila-terima-gratifikasi-lebaran
                           https://www.cermati.com/artikel/ngeri-kartu-kredit-dibobol-pakai-pin-6-digit-jangan-tanda-tangan-lagi

                           
Perihal produk yang ditawarkan, biasanya adalah pinjaman dana cepat cair dan pinjaman tanpa agunan atau yang lebih dikenal dengan nama KTA (Kredit Tanpa Agunan) karena dinilai lebih memikat calon peminjam. Oleh karena itu, kamu harus jeli melihat dan mengenali ciri-ciri modus penipuan berkedok pinjaman online. Setidaknya ada lima ciri yang harus kamu kenali dengan baik, seperti dikutip dari situs perbandingan dan pengajuan produk keuangan HaloMoney.co.id, yaitu: 1. Penawarannya cenderung memaksa Ketika kamu ingin mengajukan pinjam uang cepat secara online, pastinya kamu akan menghubungi pihak pemberi pinjaman atau kreditur terlebih dahulu untuk bertanya-tanya mengenai produk yang mereka miliki. Pada saat kamu bertanya-tanya inilah, kamu harus mewaspadai tingkah laku kreditur. Biasanya pada bagian ini, mereka tidak akan menjelaskan secara detail perihal produk pinjaman yang mereka miliki. Tapi pada saat follow up, mereka akan bersikap berlebihan dengan memaksa kamu untuk menjadi debitur atau peminjam. 2. Memakai email tidak resmi Pada saat follow up, kreditur resmi akan menghubungi kamu melalui telepon dan mengirimkan email perusahaan resmi. Tapi tidak dengan kreditur bodong. Mereka akan mengirim email tidak resmi. Bagaimana cara mengetahuinya? Email perusahaan resmi menggunakan alamat email perusahaan yang terdaftar karena mereka mewakili perusahaan, bukan alamat email pribadi. Misalkan saja xxxx@halomoney.co.id, bukan xxxx@gmail.com. 3. Syarat terlalu mudah Salah satu persyaratan untuk dapat meminjam uang di bank atau lembaga non-bank resmi lainnya adalah memiliki riwayat utang yang bersih dan baik. Kerap kali ada calon peminjam yang pengajuan pinjamannya ditolak karena punya catatan hutang yang buruk. Kreditur resmi selalu melihat dan mengecek riwayat hutang dengan cara mengakses Sistem Informasi Debitur (SID) atau melakukan BI checking. Tapi hal ini tidak berlaku pada kreditur yang memiliki niat untuk menipu. Mereka pastinya akan memberi iming-iming kalau akan mengabaikan riwayat hutang milikmu. Inilah yang membuat banyak orang terjerat penipuan peminjaman uang online. 4. Meminta uang muka Ciri selanjutnya adalah mereka akan meminta sejumlah dana sebagai syarat utama jika mau dana pinjaman cepat cair. Alasannya adalah untuk bisa memudahkan proses administrasi. Perlu kamu tahu, saat melakukan peminjaman online, memang ada biaya administrasi, tapi itu hanya sebatas uang materai dan lain sebagainya yang jumlahnya tidak seberapa. Jadi kalau ada yang meminta dana hingga Rp 1 juta lebih, sudah pasti mereka berniat untuk melakukan penipuan terhadapmu. Kamu pasti bertanya-tanya, kenapa orang yang ingin meminjam uang justru dimintai uang? Kebanyakan orang yang mengajukan pinjam uang cepat sedang dalam keadaan terdesak atau benar-benar butuh sejumlah dana yang jumlahnya cukup besar dengan segera. Jadi mereka pasti akan rela untuk mengeluarkan Rp 1 juta untuk mendapatkan pinjaman sebesar Rp 100 juta. 5. Meminta PIN dan Password Kamu patut mencurigai dan waspada terhadap kreditur yang meminta pin atau password perbankan yang kamu miliki dengan alasan untuk kelengkapan dana debitur. Umumnya pada tahapan awal, data yang diminta hanyalah nama, nomor telepon, alamat email. Pin atau password perbankan adalah hal yang sifatnya pribadi dan tidak boleh diberitahukan kepada orang lain.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspadai Penipuan Pinjaman Online, Inilah Ciri-Cirinya", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/10/073000726/waspadai-penipuan-pinjaman-online-inilah-ciri-cirinya?page=all.

Editor : Aprillia Ika
Perihal produk yang ditawarkan, biasanya adalah pinjaman dana cepat cair dan pinjaman tanpa agunan atau yang lebih dikenal dengan nama KTA (Kredit Tanpa Agunan) karena dinilai lebih memikat calon peminjam. Oleh karena itu, kamu harus jeli melihat dan mengenali ciri-ciri modus penipuan berkedok pinjaman online. Setidaknya ada lima ciri yang harus kamu kenali dengan baik, seperti dikutip dari situs perbandingan dan pengajuan produk keuangan HaloMoney.co.id, yaitu: 1. Penawarannya cenderung memaksa Ketika kamu ingin mengajukan pinjam uang cepat secara online, pastinya kamu akan menghubungi pihak pemberi pinjaman atau kreditur terlebih dahulu untuk bertanya-tanya mengenai produk yang mereka miliki. Pada saat kamu bertanya-tanya inilah, kamu harus mewaspadai tingkah laku kreditur. Biasanya pada bagian ini, mereka tidak akan menjelaskan secara detail perihal produk pinjaman yang mereka miliki. Tapi pada saat follow up, mereka akan bersikap berlebihan dengan memaksa kamu untuk menjadi debitur atau peminjam. 2. Memakai email tidak resmi Pada saat follow up, kreditur resmi akan menghubungi kamu melalui telepon dan mengirimkan email perusahaan resmi. Tapi tidak dengan kreditur bodong. Mereka akan mengirim email tidak resmi. Bagaimana cara mengetahuinya? Email perusahaan resmi menggunakan alamat email perusahaan yang terdaftar karena mereka mewakili perusahaan, bukan alamat email pribadi. Misalkan saja xxxx@halomoney.co.id, bukan xxxx@gmail.com. 3. Syarat terlalu mudah Salah satu persyaratan untuk dapat meminjam uang di bank atau lembaga non-bank resmi lainnya adalah memiliki riwayat utang yang bersih dan baik. Kerap kali ada calon peminjam yang pengajuan pinjamannya ditolak karena punya catatan hutang yang buruk. Kreditur resmi selalu melihat dan mengecek riwayat hutang dengan cara mengakses Sistem Informasi Debitur (SID) atau melakukan BI checking. Tapi hal ini tidak berlaku pada kreditur yang memiliki niat untuk menipu. Mereka pastinya akan memberi iming-iming kalau akan mengabaikan riwayat hutang milikmu. Inilah yang membuat banyak orang terjerat penipuan peminjaman uang online. 4. Meminta uang muka Ciri selanjutnya adalah mereka akan meminta sejumlah dana sebagai syarat utama jika mau dana pinjaman cepat cair. Alasannya adalah untuk bisa memudahkan proses administrasi. Perlu kamu tahu, saat melakukan peminjaman online, memang ada biaya administrasi, tapi itu hanya sebatas uang materai dan lain sebagainya yang jumlahnya tidak seberapa. Jadi kalau ada yang meminta dana hingga Rp 1 juta lebih, sudah pasti mereka berniat untuk melakukan penipuan terhadapmu. Kamu pasti bertanya-tanya, kenapa orang yang ingin meminjam uang justru dimintai uang? Kebanyakan orang yang mengajukan pinjam uang cepat sedang dalam keadaan terdesak atau benar-benar butuh sejumlah dana yang jumlahnya cukup besar dengan segera. Jadi mereka pasti akan rela untuk mengeluarkan Rp 1 juta untuk mendapatkan pinjaman sebesar Rp 100 juta. 5. Meminta PIN dan Password Kamu patut mencurigai dan waspada terhadap kreditur yang meminta pin atau password perbankan yang kamu miliki dengan alasan untuk kelengkapan dana debitur. Umumnya pada tahapan awal, data yang diminta hanyalah nama, nomor telepon, alamat email. Pin atau password perbankan adalah hal yang sifatnya pribadi dan tidak boleh diberitahukan kepada orang lain.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspadai Penipuan Pinjaman Online, Inilah Ciri-Cirinya", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/10/073000726/waspadai-penipuan-pinjaman-online-inilah-ciri-cirinya?page=all.

Editor : Aprillia Ika
KOMPAS.com - Sekarang zaman sudah sangat canggih, tak hanya berbelanja saja yang bisa dilakukan secara online, tapi mengajukan pinjaman uang juga bisa dilakukan secara online tanpa perlu keluar rumah dan datang ke bank. Peminjaman uang secara online ini dilakukan oleh lembaga keuangan online atau yang lebih dikenal dengan istilah Fintech (Financial Technology). Mereka akan memberikan pinjaman dana dengan cara sederhana sehingga mudah dilakukan bagi para nasabah. Hal inilah yang kerap kali disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dengan menggunakan modus penipuan pinjaman online. Sudah banyak kasus yang mengatasnamakan lembaga peminjaman uang yang kemudian membawa kabur dana milik nasabah bank tertentu. Baca juga : Banyak Tawaran Pinjaman Online, Hati-Hati Jebakan Rentenir Online Perihal produk yang ditawarkan, biasanya adalah pinjaman dana cepat cair dan pinjaman tanpa agunan atau yang lebih dikenal dengan nama KTA (Kredit Tanpa Agunan) karena dinilai lebih memikat calon peminjam. Oleh karena itu, kamu harus jeli melihat dan mengenali ciri-ciri modus penipuan berkedok pinjaman online. Setidaknya ada lima ciri yang harus kamu kenali dengan baik, seperti dikutip dari situs perbandingan dan pengajuan produk keuangan HaloMoney.co.id, yaitu: 1. Penawarannya cenderung memaksa Ketika kamu ingin mengajukan pinjam uang cepat secara online, pastinya kamu akan menghubungi pihak pemberi pinjaman atau kreditur terlebih dahulu untuk bertanya-tanya mengenai produk yang mereka miliki. Pada saat kamu bertanya-tanya inilah, kamu harus mewaspadai tingkah laku kreditur. Biasanya pada bagian ini, mereka tidak akan menjelaskan secara detail perihal produk pinjaman yang mereka miliki. Tapi pada saat follow up, mereka akan bersikap berlebihan dengan memaksa kamu untuk menjadi debitur atau peminjam. 2. Memakai email tidak resmi Pada saat follow up, kreditur resmi akan menghubungi kamu melalui telepon dan mengirimkan email perusahaan resmi. Tapi tidak dengan kreditur bodong. Mereka akan mengirim email tidak resmi. Bagaimana cara mengetahuinya? Email perusahaan resmi menggunakan alamat email perusahaan yang terdaftar karena mereka mewakili perusahaan, bukan alamat email pribadi. Misalkan saja xxxx@halomoney.co.id, bukan xxxx@gmail.com. 3. Syarat terlalu mudah Salah satu persyaratan untuk dapat meminjam uang di bank atau lembaga non-bank resmi lainnya adalah memiliki riwayat utang yang bersih dan baik. Kerap kali ada calon peminjam yang pengajuan pinjamannya ditolak karena punya catatan hutang yang buruk. Kreditur resmi selalu melihat dan mengecek riwayat hutang dengan cara mengakses Sistem Informasi Debitur (SID) atau melakukan BI checking. Tapi hal ini tidak berlaku pada kreditur yang memiliki niat untuk menipu. Mereka pastinya akan memberi iming-iming kalau akan mengabaikan riwayat hutang milikmu. Inilah yang membuat banyak orang terjerat penipuan peminjaman uang online. 4. Meminta uang muka Ciri selanjutnya adalah mereka akan meminta sejumlah dana sebagai syarat utama jika mau dana pinjaman cepat cair. Alasannya adalah untuk bisa memudahkan proses administrasi. Perlu kamu tahu, saat melakukan peminjaman online, memang ada biaya administrasi, tapi itu hanya sebatas uang materai dan lain sebagainya yang jumlahnya tidak seberapa. Jadi kalau ada yang meminta dana hingga Rp 1 juta lebih, sudah pasti mereka berniat untuk melakukan penipuan terhadapmu. Kamu pasti bertanya-tanya, kenapa orang yang ingin meminjam uang justru dimintai uang? Kebanyakan orang yang mengajukan pinjam uang cepat sedang dalam keadaan terdesak atau benar-benar butuh sejumlah dana yang jumlahnya cukup besar dengan segera. Jadi mereka pasti akan rela untuk mengeluarkan Rp 1 juta untuk mendapatkan pinjaman sebesar Rp 100 juta. 5. Meminta PIN dan Password Kamu patut mencurigai dan waspada terhadap kreditur yang meminta pin atau password perbankan yang kamu miliki dengan alasan untuk kelengkapan dana debitur. Umumnya pada tahapan awal, data yang diminta hanyalah nama, nomor telepon, alamat email. Pin atau password perbankan adalah hal yang sifatnya pribadi dan tidak boleh diberitahukan kepada orang lain. Artikel ini merupakan konten kerja sama dengan HaloMoney.co.id, Kompas.com tidak bertanggungjawab atas isi tulisan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspadai Penipuan Pinjaman Online, Inilah Ciri-Cirinya", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/04/10/073000726/waspadai-penipuan-pinjaman-online-inilah-ciri-cirinya?page=all.

Editor : Aprillia Ika

No comments:

Post a Comment